Biaya Operasi Hidrosefalus Dan Efek Sampingnya

Operasi Hidrosefalus merupakan tindakan medis yang perlu dilakukan untuk membuang kelebihan cairan serebrospinal di dalam otak pada kondisi hidrosefalus.

Biaya Operasi Hidrosefalus Dan Efek SampingnyaMengingat hidrosefalus adalah kondisi dimana menumpuknya cairan di dalam otak, yang mana penyakit ini bisa disebabkan oleh gangguan pada cairan otak dan sumsum tulang (cairan serebrospinal), mulai dari faktor produksi cairan, sirkulasi cairan dan absorbsi cairan.

Hidorsefalus bisa diderita oleh segala usia, namun pada kasus ini umumnya bisa terjadi pada bayi dan lansia.Berdasarkan gejalanya, penyakit ini bisa kelompokkan menjadi tiga jenis yakni :

  • Hidrosefalus dengan tekanan normal
  • Hidrosefalus kongenital atau bawaan
  • Hidrosefalus yang di dapat atau acquired

Pada otak kita itu terdapata cairan yang di sebut dengan serebrospinal yang mana cairan ini berfungsi untuk membersihkan limbah yang berasal dari metabolisme otak, melindungi otak dari cedera, menjaga supaya otak tetap mengapung pada posisinya dan mencegah terjadinya perubahan tekanan pada otak.

Tiap harinya jaringan pelapis otak secara rutin akan memproduksi cairan serebrospinal.Cairan yang sudah tidak terpakai kemudian akan dibuang dari tubuh setelah diserap oleh pembuluh darah.

Meskipun bermanfaat untuk kesehatan otak, namun cairan serebrospinal bisa menjadi bumerang dan berbalik merugikan otak ketika jumlah cairan yang diproduksi lebih besar dibandingkan dengan yang dibuang maka akan menimbulkan hidrosefalus.

Dan berikut ini ada beberapa pemicu terjadinya hidrosefalus diantaranya :

  • Terjadinya pendarahan di dalam otak
  • Buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak
  • Infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan
  • Tumor otak
  • Terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf
  • Cedera parah dikepala
  • Penyakit stroke

Jika hirosefalus terjadi pada bayi yang baru lahir sebaiknya cepat ditangani, karena jika dibiarakan jangka panjang kondisi ini bisa mengakibatkan komplikasi seperti :

  • Epilepsi
  • Penurunan daya ingat
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi dan perhatian mudah teralih
  • Kesulitan belajar
  • Gangguan koordinasi
  • Gangguan bicara
  • Gangguan penglihatan

OPERASI HIDROSEFALUS

Sebelum apa yang kami telah katakan sebelumnya tadi diatas bahwa operasi menjadi salah satu penanagan medis yang biasa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit hidrosefalus.

Salah satu jenis operasi yang biasanya dilakukan adalah operasi pemasangan shunt, yang mana alt bantu khusus berbentuk selang yang dipasangkan oleh ahli bedah ke dalam kepala guna mengalirkan cairan otak ke bagian tubuh lain dan diserap oleh pembuluh darah.

Bagian tubuh yang sering dipilih sebagai rute aliran cairan serebrospinal adalah rongga perut.Shunt ini dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk mengendalikan aliran cairan sehingga keberadaan serebrospinal di dalam otak tidak surut terlalu cepat.

Shunt yang dipasang pada bayi dan anak-anak umumnya perlu di ganti seiring pertumbuhan supaya sesuai dengan fisik mereka yang makin besar, yang mana diperkirakan sebanyak dua kali prosedur pemasangan shunt akan dilakukan pada anak-anak sebelum mereka menginjak usia 10 tahun.

Adapun jenis operasi hidrosefalus lainnya seperti : endoscopic third ventriculostomy (ETV).Berbeda halnya dengan operasi pemasangan shunt, pada prosedur ETV cairan serebrospinal akan di buang dengan cara menciptakan lubang penyerapan baru dipermukaan otak, yang mana prosedur ini biasanya diterapkan pada kasus hidrosefalus yang di picu oleh penyumbatan ventrikel otak.

Untuk biaya hidrosefalus sangatlah bervariasi tergantung dengan jenis operasi yang digunakan, tingkat keparahan suatu penyakit dan lainnya.

Namun, pada tahun 2012 saja sudah mencapai hingga Rp.14.000.000,- apalagi sekarang ini sudah tahun 2017 pastinya biaya operasi hidrosefalus akan naik.

EFEK SAMPING OPERASI HIDROSEFALUS

Pastinya semua tindakan operasi akan menimbulkan efek samping, begitu pun dengan operasi shunt yang mana akan menimbulkan efek samping yang disebabkan oleh kerusakan atau penyumbatan pada alat itu sendiri.

Namun hal ini wajar terjadi karena shunt merupakan alat yang terbuat dari materi berbahan lembut yang rentan terhadap kendala.Dan beriku ini efek samping yang sering muncul setelah melakukan prosedur pemasangan shunt yakni :

  • Penyumbatan shunt – Apabila shunt terumbat maka cairan serebrospinal bisa menumpuk kembali di dalam otak, yang mana kondisi ini harus segera di tangani karena bisa menyebabkan kerusakan otak.
  • Infeksi – Hal ini relatif umum terjadi, terutama pada beberapa bulan setelah operasi.Gejala infeksi pasca pemasangan shunt meliputi sakit kepala, mual, leher kaku, demam dan nyeri di sekitar jalur shunt.

Kadang-kadang shunt yang dipasang tidak berada di posisi yang tepat dan tentu saja hal ini bisa menimbulkan masalah.Pada anak-anak terutama bayi, pemasangan shunt yang salah bisa membuat cairan serebrospinal merembes ke bagian sisi selang tersebut.

Jika mereka memiliki luka di kulit, cairan itu akan keluar melalui luka tersebut.Pemosisian shunt di dalam kepala harus dilakukan secara berhati-hati.Jika tidak, bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan, gangguan saraf dan kejang.

Selain pada operasi shunt saja, efek samping juga bisa terjadi pasca operasi endoscopic third ventriculostomy (ETV) diantaranya :

  • Kerusakan pembuluh darah
  • Infeksi
  • Masalah saraf yang meliputi penurunan fungsi salah satu sisi tubuh, ketidakseimbangan hormon, penglihatan ganda bahkan epilepsi.
  • Kegagalan otak untuk menyerap cairan serebrospinal
  • Pendarahan di dalam otak
  • Menutupnya kembali lubang penyerapan cairan serebrospinal

Demiakianlah informasi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini mengenai biaya operasi hidrosefalus dan efek sampingnya, semoga bisa bermanfaat bagi anda dan terimakasih atas kunjungannya.

by post : Ahlinya Obat Migren

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *